Minggu, 14 Mei 2017

MASALAH KESEHATAN

Masalah Besar Kesehatan di Indonesia

1.      Narkoba
     Definisi Narkoba
NAZA: Narkotika dan Zat Adiktif
NAPZA: Narkotika, Alkohol, Psikotropika dan Zat Adiktif
NARKOBA di Indonesia dikenal dengan singkatan dari Narkotika dan Obat Berbahaya. Narkoba merupakan zat kimia yang dapat mengubah keadaan psikologi seperti perasaan, pikiran, suasana hati serta perilaku, jika masuk ke dalam tubuh manusia baik dengan cara dimakan, diminum, dihirup, disuntik, intravena, dan lain sebagainya. Obat-obatan yang ada dipasaran atau menurut yang disarankan dokter baik untuk kita gunakan dan bisa dibeli oleh masyarakat umum, merupakan obat yang legal atau sah. Namun ada kalanya tidak legal jika menggunakan obat-obat tersebut dengan cara yang tidak sesuai atau membelinya dari orang yang menjualnya secara illegal.
Narkoba dapat digolongkan menjadi 3 (tiga) golongan, yaitu :
1. Narkotika - untuk menurunkan kesadaran atau rasa.
2. Psikotropika - mempengaruhi psikis dari pengaruh selektif susunan syaraf pusat otak.
3. Obat atau zat berbahaya.
Kata “Narkotika” sendiri berasal dari Bahasa Yunani “Narkoum” yang berarti membuat lumpuh atau membuat mati rasa. Namun perlu diketahui sebelumnya bahwa narkotika memiliki khasiat dan manfaat yang digunakan dalam kedokteran dalam penanganan kesehatan dan pengobatan, serta berguna bagi penelitian perkembangan ilmu pengetahuan farmasi / farmakologi. Ironisnya saat ini malah disalahgunakan oleh pihak tertentu yang menjadikan narkotika sebagai komoditas ilegal.
      Menurut UU No. 22 Tahun 1997 Narkotika adalah zat atau obat yang berasal dari tanaman atau bukan tanaman, baik sintetis maupun semi sintetis. Zat tersebut menyebabkan penurunan atau perubahan kesadaran, menghilangkan rasa, mengurangi hingga menghilangkan rasa nyeri, dan dapat menimbulkan ketergantungan (adiktif). WHO sendiri memberikan definisi tentang narkotika sebagai berikut: "Narkotika merupakan suatu zat yang apabila dimasukkan ke dalam tubuh akan memengaruhi fungsi fisik dan/atau psikologi (kecuali makanan, air, atau oksigen)."
    Dampak Penyalahgunaan Narkoba / Narkotika
Dampak narkoba, jika disalahgunakan, seperti halnya singkatan kata tersebut. (NARKOBA: narkotika dan obat/bahan berbahaya), memang sangatlah berbahaya bagi manusia. Narkoba dapat merusak kesehatan manusia baik secara fisik, emosi, maupun perilaku pemakainya. Bahkan, pada pemakaian dengan dosis berlebih atau yang dikenal dengan istilah over dosis (OD) bisa mengakibatkan kematian. Namun sayang sekali, walaupun sudah tahu zat tersebut sangat berbahaya, masih saja ada orang-orang yang menyalahgunakannya.
a)      Dampak narkoba terhadap fisik.
Pemakai narkoba akan mengalami gangguan-gangguan fisik sebagai berikut:
·         Berat badannya akan turun secara drastis.
·         Matanya akan terlihat cekung dan merah.
·         Mukanya pucat.
·         Bibirnya menjadi kehitam-hitaman.
·         Tangannya dipenuhi bintik-bintik merah.
·         Buang air besar dan kecil kurang lancar.
·         Sembelit atau sakit perut tanpa alasan yang jelas.
b)      Dampak narkoba terhadap emosi
Pemakai narkoba akan mengalami perubahan emosi sebagai berikut:
·         Sangat sensitif dan mudah bosan.
·         Jika ditegur atau dimarahi, pemakai akan menunjukkan sikap membangkang.
·         Emosinya tidak stabil.
·         Kehilangan nafsu makan.
c)      Dampak narkoba terhadap perilaku
Pemakai narkoba akan menunjukkan perilaku negatif sebagai berikut:
·         Malas
·         Sering melupakan tanggung jawab
·         Jarang mengerjakan tugas-tugas rutinnya
·         Menunjukan sikap tidak peduli
·         Menjauh dari keluarga
·         Mencuri uang di rumah, sekolah, ataupun tempat pekerjaan
·         Sering menyendiri
·         Menghabiskan waktu ditempat-tempat sepi dan gelap, seperti di kamar tidur, kloset, gudang, atau kamar mandi
·         Takut akan air
·         Batuk dan pilek berkepanjangan
·         Bersikap manipulatif
·         Sering berbohong dan ingkar janji dengan berbagai macam alasan
·         Sering menguap
·         Mengaluarkan keringat berlebihan
·         Sering mengalami mimpi buruk
·         Mengalami nyeri kepala
·         Mengalami nyeri/ngilu di sendi-sendi tubuhnya
     Gejala-Gejala Pecandu Narkoba
Kecanduan terhadap Narkoba adalah gangguan dalam otak yang disebabkan penyalahgunaan Narkoba sehingga menyebabkan pengulangan perilaku yang berlebihan dari orang yang tidak atau susah berhenti terhadap obat-obatan walaupun dengan resiko berbahaya bagi tubuhnya.
Jika mereka berhenti mengkonsumsi obat-obatan, maka tubuh dari si pecandu akan menderita berlebih secara fisik dan mereka mau tidak mau harus memenuhi perasaan ketagihan tersebut dengan cara apapun.  
Gejala Kecanduan Narkoba terhadap seorang Pecandu :
·         Gelisah dan sulit untuk tidur
·         Keringat berlebih
·         Pilek
·         Keram perut atau Diare
·         Pupil mata membesar
·         Mual dan ingin muntah
·         Peningkatan tekanan darah, nadi dan suhu tubuh.

2.      Dampak Asap Kebakaran Hutan Bagi Kesehatan
Prof dr Tjandra Yoga Aditama SpP(K), selaku Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Balitbangkes) Kementerian Kesehatan RI menjelaskan bahwa   "Kabut asap dapat mengganggu kesehatan semua orang, baik yang dalam kondisi sehat maupun sakit. Pada kondisi kesehatan tertentu, orang akan menjadi lebih mudah mengalami gangguan kesehatan akibat kabut asap dibandingkan orang lain, khususnya pada orang dengan gangguan paru dan jantung, lansia, dan anak-anak,".
Tjandra menjelaskan ada beberapa jenis gangguan kesehatan akibat kabut asap kebakaran hutan‎. Berikut di antaranya:
1. Kabut asap dapat menyebabkan iritasi lokal atau setempat pada selaput lendir di hidung, mulut dan tenggorokan yang memang langsung kena asap kebakaran hutan. Serta menyebabkan reaksi alergi, peradangan dan mungkin juga infeksi.
2. Gangguan serupa juga dapat terjadi di mata dan kulit, yang langsung kontak dengan asap kebakaran hutan, menimbulkan keluhan gatal, mata berair, peradangan dan infeksi yang memberat.
3. Dampak kabut asap dapat memperburuk asma dan penyakit paru kronis lain, seperti bronkitis kronik, PPOK. Karena asap kebakaran hutan akan masuk terhirup ke dalam paru‎. Kemampuan kerja paru menjadi berkurang dan menyebabkan orang mudah lelah dan mengalami kesulitan bernapas.
4. ‎Kemampuan paru dan saluran pernapasan mengatasi infeksi berkurang, sehingga menyebabkan lebih mudah terjadi infeksi. ‎Infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) jadi lebih mudah terjadi, utamanya karena ketidak seimbangan daya tahan tubuh (host), pola bakteri/virus dll penyebab penyakit (agent) dan buruknya lingkungan (environment)‎‎‎.
5. Bahan polutan di asap kebakaran hutan yang jatuh ke permukaan bumi juga mungkin dapat menjadi sumber polutan di sarana air bersih dan makanan yang tidak terlindungi. Kalau kemudian air dan makan‎an terkontaminasi itu dikonsumsi masyarakat, maka bukan tidak mungkin terjadi gangguan saluran cerna dan penyakit lainnya.
6. ‎Secara umum maka berbagai penyakit kronik di berbagai organ tubuh (jantung, hati, ginjal dll) juga dapat saja memburuk. Ini terjadi karena dampak langsung‎ kabut asap, maupun dampak tidak langsung di mana kabut asap menurunkan daya tahan tubuh dan juga menimbulkan stres.
7. ‎Mereka yang berusia lanjut dan anak-anak (juga mereka yang punya penyakit kronik) dengan daya tahan tubuh rendah akan lebih rentan untuk mendapat gangguan kesehatan.

3.      Rokok
          a.      Kandungan Rokok
Beberapa zat kandungan rokok lainnya dikenal mempunyai efek yang merugikan tulang dan kulit. Anda mungkin terkejut untuk menemukan nama beberapa bahan kimia dalam asap rokok. Beberapa di antaranya adalah sebagai berikut:
1.      Sianida adalah senyawa kimia yang mengandung kelompok cyano.
2.      Benzene juga dikenal sebagai bensol merupakan senyawa kimia organik yang mudah terbakar dan cairan tidak berwarna.
3.      Cadmium sebuah logam yang sangat beracun dan radioaktif yang ditemukan baterai.
4.      Metanol (alkohol kayu) adalah alkohol yang paling sederhana yang juga dikenal sebagai metil alkohol.
5.      Asetilena (bahan bakar yang digunakan dalam obor las) merupakan senyawa kimia tak jenuh yang juga merupakan hidrokarbon alkuna yang paling sederhana.
6.      Amonia ditemukan di mana-mana di lingkungan tetapi sangat beracun dalam kombinasi dengan unsur-unsur tertentu.
7.      Formaldehida cairan yang sangat beracun yang digunakan untuk mengawetkan mayat.
8.      Hidrogen sianida adalah racun yang digunakan sebagai fumigan untuk membunuh semut. Zat ini juga digunakan sebagai zat pembuat plastik dan pestisida.
9.       Arsenik adalah bahan yang terdapat dalam racun tikus.
10.   Sedangkan asap yang dihasilkan rokok mengandung tar.
Tar itu sendiri mengandung banyak bahan beracun ke dalam tubuh. Ini adalah substansi, tebal lengket, dan ketika menghirup itu melekat pada rambut-rambut kecil di paru-paru. Organ ini melindungi paru-paru dari kotoran dan infeksi, tapi ketika tertutup tar organ ini  tidak dapat melakukan fungsinya. Tar juga melapisi dinding sistem respirasi secara keseluruhan, mempersempit tabung yang transportasi udara (yang bronchioles) dan mengurangi elastisitas paru-paru. Yang pada akhirnya menyebabkan kanker paru-paru dan penyakit pernafasan kronis.
Selain itu asap ini juga mengandung karbon monoksida. Karbon monoksida adalah bahan kimia beracun ditemukan dalam asap buangan mobil. Hal inilah yang kemudian bisa menurunkan jumlah oksigen dalam darah dan menghalangi semua kinerja organ pensuply oksigen di dalam tubuh. Karena tubuh kurang oksigen membuat jantung mengalami penebalan dan bekerja lebih keras memompa darah. Inilah penyebab utama seorang perokok bisa mengalami serangan jantung secara mendadak.
         b.      Bahaya Rokok Bagi Kesehatan
Dampak lain yang tidak diketahui oleh para perokok bahwa rokok akan menyebabkan gangguan pada saluran pencernaan. Mereka para perokok sering merasa begah, cepat kenyang dan kembung. Rokok juga menyebakan asam lambung naik kembali ke kerongkongan atau refluks yang mencetuskan penyakit GERD. Belum lagi rokok juga dapat merusak gusi serta gigi geligi. Mereka umumnya tidak nafsu makan karena lambungnya sudah terasa penuh dengan gas akibat hirupan asap rokok. Kondisi hipoksia kronis pada seseorang perokok juga dapat mencetuskan penurunan nafsu makan, Oleh karena itu kita sering mendengar seseorang perokok yang berhenti merokok berat badannya akan naik karena nafsu makannya bertambah atau menjadi meningkat setelah berhenti merokok.
Berikut adalah beberapa dampak bahaya merokok bagi tubuh Manusia :
  1. Reproduksi dan Fertilitas: Pengaruh dari merokok terhadap reproduksi dan kesuburan cukup fatal. Merokok dapat meningkatkan risiko impotensi, kerusakan sperma, mengurangi jumlah sperma dan menyebabkan kanker testis.
  2. Mulut dan Gigi: Merokok dapat menyebabkan bau mulut dan gigi bernoda. Hal ini juga dapat menyebabkan penyakit gusi dan kerusakan indera perasa. Penyebab paling serius dari merokok pada area ini adalah peningkatan risiko mengembangkan kanker pada lidah, tenggorokan, dan bibir.
  3. Kulit: Merokok mengurangi jumlah oksigen ke kulit sehingga dapat mempercepat penuaan dan kulit tampak abu-abu.
  4. Tulang: Merokok dapat menyebabkan tulang cepat lemah dan rapuh. Wanita terutamanya, 5-10% lebih mungkin untuk menderita osteoporosis dibandingkan non-perokok.
  5. Perut: Merokok dapat meningkatkan kemungkinan terkena kanker perut dan resiko kanker ginjal, pankreas dan kandung kemih.
  6. Paru-paru: Merokok menyebabkan penyakit paru obstruktif kronik (PPOK). PPOK adalah penyakit progresif yang membuat seseorang sulit untuk bernapas. Banyak perokok tidak tahu bahwa mereka telah terkena penyakit ini hingga sudah terlambat. Tidak ada obat untuk penyakit ini dan tidak ada cara untuk membalikkan kerusakan.
  7. Jantung: Karbon monoksida dari rokok mencuri oksigen darah dan mengarah pada pengembangan kolesterol mengendap di dinding arteri. Efek ini meningkatkan risiko serangan jantung dan stroke.

Sumber :
·         http://mbenxxcaem.blogspot.co.id/2011/09/makalah-bahaya-narkoba-bagi-kesehatan.html
·         http://life.viva.co.id/news/read/656263-ini-dampak-asap-kebakaran-hutan-bagi-kesehatan
·         https://fauziashari.wordpress.com/2013/07/16/makalah-pengaruh-rokok-bagi-kesehatan/

LARI



LARI

Lari merupakan olahraga yang mudah dilakukan bisa dilakukan dimana saja dan kapan saja. Lari merupakan salah satu cabang atletik yang sangat populer dimasyarakat karena manfaatnya banyak bagi ksehatan maupun untuk mencari prestasi.
Lari diperlombakan dengan kategori sebagai berikut :
Jarak pendek :
            - Lari 100 m                - Lari 110 m gawang
- Lari 200 m                - Lari 100 m gawang
- Lari 400 m                - Lari 400 m gawang
- Lari 4 x 100 m          - Lari 4 x 400 m
Jarak menengah :
- Lari 800 m
- Lari 3.000 m
- Lari 1.500 m
 Jarak jauh :
- Lari 5.000 m
- Lari 10.000
            - Lari Marathon
Untuk lari jarak pendek disebut juga lari sprint, karena semua pesertanya berlari dengan kecepatan penuh dengan menempuh jarak 100 m,200 m dan 400 m. Lari juga dapat dibedakan menurut teknisnya seperti lari santai atau jogging, lari cepat atau sprint, lari jarak menengah dan lari jarak jauh.
Salah satu tehnik yang harus dikuasai oleh pelari cepat/sprinter adalah start atau permulaan. Ketidak telitian pada waktu melakukan start sangat merugikan seorang sprinter.
Secara umum ada 3 cara untuk melakukan start yaitu :
- start berdiri (standing start)
- start jongkok (crouching start)
- start melayang (flying start)
Pada start jongkok sering digunakan untuk lari jarak pendek dan pelari pertama pada lari sambung (estafet). Start berdiri di gunakan untuk lari jarak menengah dan lari jarak jauh. Sedangkan start melayang digunakan untuk lari sambung yaitu pada pelari II, III dan IV. Sesuai dengan aba-aba yang diberikan , urutan gerakan dan sikap dalam start jongkok (berlutut) dibagi dalam tiga tahapan yaitu : Sikap start setelah aba-aba “Bersedia”, sikap start setelah aba-aba “Siap” dan sikap start setelah aba-aba “Ya” atau terdengar bunyi letusan pistol.
Macam-macam start jongkok yaitu di bagi atas tiga macam :
 - Start pendek (bunch start)
Start pendek banyak digunakan oleh para pelari jarak pendek. Start ini sangat baik digunakan oleh seorang sprinter, karena tolakkan yang dihasilkan cukup kuat sehingga mempercepat reaksi dalam melakukan sprint ketika bersikap “Ya”. Start ini juga digunakan bagi seorang sprinter yang bertubuh pendek dan kecil. Sikap start ini bahwa letak jari-jari kaki belakang segaris dengan tumit kaki depan, jarak antara kaki satu kepal, tangan membentuk   huruf V.
- Start menengah (medium start)
Start jenis ini juga merupakan yang sering juga di gunakan bagi para sprinter yang mempunyai pawakan tubuh yang sedang. Start ini juga baik bagi para sprinter,karena juga menghasilkan reaksi yang baik,tetapi kurang baik di banding dengan start pendek.
- Start panjang (long start)
Demikian juga dengan start penjang, start ini juga sering digunakan oleh sprinter yang bertubuh tinggi yang mempunyai kaki panjang. Tetapi menurut penelitian, jenis start ini kurang baik bagi sprinter. Karena memperlambat reaksi ketika berada pada aba-aba “Ya”. Jadi hingga saat ini yang sering digunakan di event perlombaan internasional di gunakan start pendek. Jadi Perbedaan ketiga macam teknik start tersebut terletak pada penempatan antara ujung kaki bagian depan dengan lutut kaki belakang, sedangkan sikap badan,lengan,dan yang lainnya hampir sama.

Sumber :
·         Muhajir. 2007 Pendidikan Jasmani,Olahraga dan Kesehatan SMA . Jakarta :
Erlangga
·         Suyono. 2002 Pedoman Mengajar “Lari, Lompat dan Lempar” Jakarta : IAAF RDC
·         ------- . 1996 Peraturan Perlombaan Atletik. Jakarta : IAAF RDC
·         Ensiklopedi Indonesia 1991 Jakarta : Ichtiar Baru-Van Hoeve

PERMAINAN BOLA KECIL

Lempar   Bola Keranjang Waktu Kelompok Alat 3 – 5 Menit Setiap kelompok terdiri dari 5 orang ...